Selamat datang dan selamat belajar putra-putriku...Salam semangat!

Rabu, 21 Juli 2021

Cerpen: Maafkan Aku, Ibu

 Namaku Mira, seorang gadis Yatim yang duduk di bangku kelas VII Menengah Pertama. Aku tinggal bersama ibu di sebuah gubuk tua, peninggalan Bapak yang wafat 2 tahun yang lalu karena penyakit jantung.

Aku sekolah dan ibu bekerja setiap hari. Kami tergolong keluarga miskin, yang dimana bila ibu tidak bekerja sehari saja, maka untuk makan sekalipun akan sangat susah. Bisa dibilang, hidup kami tergantung dari pekerjaan ibu.

Suatu hari, aku berangkat sekolah dengan pakaian yang sudah lapuk dan kusam, sementara itu resleting tas yang aku pakai sudah rusak semua, karena telah berusia 2 tahun.

Keadaan tersebut menjadi bahan bullyan teman-temanku di sekolah setiap harinya. Namun aku tetap sabar dan tabah, tanpa merasa iri maupun sakit hati.

Sore harinya, tas yang aku pakai tersangkut di sebuah paku dan akhirnya robek besar. Tentu saja, teman-teman yang melihat akhirnya menertawakanku, akupun bersedih dan menangis pulang berlari.

Sesampainya di rumah, ibu bertanya..

“Kenapa kamu menangis nak? Ada apa? Sini cerita sama ibu..” tanya ibu.

“Tadi di sekolah, teman-teman menertawakanku karena tas yang aku pakai robek bu, karena tasku robek tersangkut paku. Mereka membuatku malu di hadapan teman-teman yang lain..” ucapku yang masih menangis.

Ibu hanya tersenyum mendengar jawabanku sambil berkata..

“Tidak apa-apa nak, besok ibu akan membelikan tas sekaligus seragam baru buat kamu..” ucap ibu.

Alangkah senang hatiku mendengar jawaban ibu. Aku mengucap terima kasih yang besar sembari memeluk ibu erat-erat.

“Sekarang kamu mandi dan tidur siang ya…” Sambung ibu.

“Baik bu..” tutupku.

Setelah mandi, akupun menuju tempat tidur untuk tidur siang. Namun tanpa sengaja, tiba-tiba aku melihat ibu sedang menangis sembari menatap foto dan sebuah cincin ditangannya.

Aku tak berani menegurnya, hanya memperhatikan dari samping pintu. Namun aku bisa mendengar dengan jelas apa yang diungkapkan ibu dalam ratapannya.

“Mas, ini adalah cincin emas satu-satunya yang kamu tinggalkan sebelum wafat, cincin ini menjadi lambang cinta sejati kita dulu. Maafkan aku mas, aku terpaksa menjualnya untuk membeli seragam dan keperluan sekolah anak kita..” ucap ibu dalam rintihannya.

Pikiranku melayang jauh, air mata menetes ke dalam. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku juga tidak menyangka jika akhirnya akan seperti ini. Kemudian, aku memberanikan diri untuk mendekati ibu dan bertanya.

“Bu, maafkan aku ya..” ucapku.

“Minta maaf untuk apa sayang..?” Tanya ibu.

“Aku sudah meminta banyak hal kepada ibu, sampai-sampai ibu berniat menjual barang-barang berharga peninggalan bapak, yang sangat penting untuk kalian..” ucapku.

“Tidak apa-apa nak, ini semua kan ibu lakukan demi kamu, bukan untuk orang lain. Asalkan kamu tahu, apapun akan ibu lakukan asal kamu bahagia..” jawab ibu.

Aku menangis mendengar tuturan ibu, kemudian aku memeluknya dengan erat sembari berjanji tidak akan pernah mengecewakannya sampai kapanpun.

TUGAS
BACALAH DENGAN CERMAT CERPEN DI ATAS DAN TENTUKAN UNSUR-UNSUR INTRINSIK BERIKUT INI!
a. Tema
b. Perwatakan tokoh
c. Latar
d. Sudut pandang
e. Amanat

TUGAS DIKERJAKAN DI KERTAS!
TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar